Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Sabtu, 18 Februari 2017

Mobil Ayah Ketahuan Parkir Di Semak Semak Oleh Anaknya

Ilustrasi


Mira yg msh duduk di kelas 5 SD melihat mobil ayahnya yang parkir di semak-semak dalam perjalanan pulang dari sekolah, Mira melihat di dalam mobil ayahnya ada ayahnya dan tante shopi tetangganya.
Mira pun segera pulang dan menemui ibunya, dan berkata kepada Ibunya

*MIRA :*
"Bu aku lihat mobil ayah parkir di semak-semak, terus di dalam mobil itu aku lihat ada ayah sama ante shopi tetangga kita itu bu"

*IBU :* "Stop stop..!!!
simpan dulu ceritamu ya nak, nanti ceritakan lagi pas ayahmu sudah sampai di rumah ya !? "
(ujar ibunya sambil senyum-senyum penuh arti).

Dua jam kemudian akhirnya ayah mira pulang, sang Ibu langsung memanggil mira & berkata.

*IBU :*
"Tadi kamu lihat apa saat pulang sekolah nak ?"
Dengan tenang mirapun menjawab..

*MIRA :*
"aku lihat mobil ayah yang parkir di semak semak Bu"
Sang ayahpun mulai salting.

*IBU :*
"Lanjutkan mira"
(sambil ngasah pisau).

*MIRA :*
"di mobil yang diparkir ada ayah & tante shopi"

*IBU :*
"Terussssss... "
(Sambil kibas2 kan pisau).

*MIRA :*
"Tante shopi bukain baju ayah & ayah bukain baju tante shopi, terus Ayah dan tante Shopi melakukan sesuatu yang persis seperti yang ibu lakukan sama om Tony waktu ayah masih kerja di kapal pesiar itu loh bu..

(AYAH)
*pingsan.*

(IBU)
*pingsan.*
😂😂😂

Lanjutannya :
Melihat ayah dan ibunya pingsan, Mira pun menangis sambil minta tolong ...

Datanglah pak RT ....
Pak RT bertanya kpd Mira.kenapa bisa jadi begini,
Akhirnya Mira menceritakan persis diatas.... Tak disangka ...Pak RT juga ikut Pingsan ....
Ternyata (tante Sofie istrinya pak RT)....

Sumber UC News

Jumat, 17 Februari 2017

,

Renungan "SUAMIMU MILIK IBUNYA"

Ilustrasi


Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.
Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah
pasti habis bertengkar lagi dengan suaminya.
Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.
Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.
Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh didalam mobil.
Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama.
Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??
Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.
*"Sarah...,*
*» Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah dilaknat Allah dan para MalaikatNya',*
*karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"*
Kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.
*» "Yang kedua,* *mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya.*
*Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu.*
*Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga.*
Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh".
Lanjut ayahnya.
"Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita.
Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama.
Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".
"Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
*"Sarah...,*
*kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.*
*Jika suamimu ridho pdmu,*
*maka Allah pun Ridho.*
*Sedangkan suamimu, ia wajib taat kepada ibunya.*
Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.
Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
*"Suamimu, dan harta suamimu adalah milik ibu nya".*
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya.
Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.
• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja.
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.
• Bekerja untuk keluarga barunya.
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.
"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu.
Kenapa?
Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana.
Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.
Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".
"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana.
Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
*"Uang itu diberikan untuk ibunya.* Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan.
Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.
Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.
Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa.
Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.
Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan.
Tukang gorengan yang berhasil :
• Menjadikan suaminya seorang sarjana,
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang.
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.
"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.
*"Sarah...*
*• kembalilah ke rumah suamimu.*
*Ia orang baik nak...*
*• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.*
*• Bantu suamimu menggapai surganya,* *dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".*
Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.
Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.
Sarahpun pulang menghadap suaminya dan sambil menangis memohon maaf kpd suaminya atas prasangka yg salah selama ini.
Di lain hari, sarahpun mengikiti suaminya bersilaturahmi kpd ibu kandung suaminya alias mertua dirinya.
Suaminya meneteskan air mata menatap istrinya yg di tangan istrinya tertenteng 4 liter minyak goreng untuk mertuanya.
Tetesan air mata suami bukan masalah jumlah liternya
tapi karena perubahan istrinya yg senang dan nampak ihlas hendak datang kpd orang tuanya alias mertua istrinya.
Seterusnya Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya.
Sesekali waktu, Sarah bukan mengajak suaminya ke Mall tapi minta anjangsana ke rumah mertuanya dan juga orang tuanya.
Subhanallah....
Kirimkan Kisah ini ke semua sahabat Anda, siapa tahu ada orang yang mau mencoba dan mengambil manfaat dari kisah ini, sehingga anda pun akan mendapatkan pahala.
Insya Allah...
Semoga para istri tetap mendukung suaminya tuk berbakti pada ibunya.
*Semog Alloh meridhoi kita aamiin*
, ,

Ayah minta istri lebih dari satu

Ilustrasi


Cerita ini tentang ayahnya yang minta istri banyak dan ternyata anaknya sampaikan ke ibunya. Lalu dengan santai dan bijak ibunya jawab seperti cerita di bawah ini.

Ayah : Nak tadi denger kothbah gak?
Anak : Dengar kok yah, kita harus bakti kepada ibu kan?
Ayah : Iya, terus kepada siapa lagi?
Anak : Ibu
Ayah : Terus ?
Anak : Ibu
Ayah : Lalu ke siapa lagi?
Anak : Ayah
Ayah : Nah, pinter. Jadi berapa ibu?
Anak : Tiga yah
Ayah : Kamu punya berapa ibu?
Anak : Satu
Ayah : Kurang berapa lagi?
Anak : Dua yah
Ayah : Nah pinter, nanti bilang ke ibu ya.

Lalu sesampai ibunya dari luar ke rumah, anak itu terus menghampiri ibunya dan mengatakan seperti yang dikatakan ayahnya tadi.

Anak : Bu, tadi ayah bilang harusnya butuh 3 ibu, tapi aku punya 1, jadi kurang 2 lagi
Ibu : Hmmm, nak, kamu liat ibu pegang sayur apa?
Anak : Terong bu
Ibu : Pinter, satu terong biar cukup bertiga diapain sih nak ?
Anak : Dipotong-potong
Ibu : Pinter, nah bilang sana ke ayah.

Hahaha, sangat menghibur bukan cerita tersebut? Semoga semuanya terhibur yah dan sedikit ringan pikirannya di tengah sekolah dan pekerjaan yang membeli hari ini. Nantikan lagi ya artikel menarik lainnya. Jangan lupa dibagikan dan like yah artikel ini. Sampai jumpa.

Sumber: Facebook MCI