Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Ramadan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2016

,

"RUSAKLAH IBU...!!!"

Iblis senior mengatakan pd iblis yg lbh muda, bahwa pintu masuk paling ampuh dalam merusak manusia adalah lewat pintu KELUARGA.
Dan pintu yg paling rentan dirusak adalah pintu : IBU..
Kurang lebih inti dari nasehat itu adalah :
1. Buatlah ibu merasa selalu dalam kelelahan.
Karena rentetan dari kelelahan itu adalah sakit kepala, mudah marah, mudah mengucapkan kata2 kasar, mudah melakukan kekerasan fisik dan kelelahan juga membuat ibu jadi merasa enggan atau tdk ada waktu utk mengurus dirinya sendiri.
Dan kelelahan juga bisa membuat ibu enggan melayani 'permintaan' suaminya.
2. Buatlah ibu menjadi mahluk yg paling tdk dihargai dirumah.
Dari point pertama, ibu yg sering berkata kasar bisa jadi nantinya akan tdk dihargai dalam rumahnya sendiri.
Anak2 akan mulai berani MENIRU kalimat kasar yg dkeluarkan oleh ibu.
Anak2 berani mulai membentak atau memerintah ibunya.
Suami, karena melihat istrinya tdk terurus, maka akan mudah menjadi budak setan dgn memperlihatkan wanita2 cantik di luar rumah yg lbh enak utk dlihat utk menggoda iman sang suami.
3. Buatlah ibu selalu merasa cemas.
Cemas dgn tumbuh kembang anaknya.
Cemas suami akan selingkuh dluar
Cemas dgn kondisi ekonomi keluarga
Cemas bahwa dirinya tdk akan secantik dulu lagi
Cemas akan komentar pihak ketiga thd kondisi keluarganya
Atau cemas2 lainnya yg bisa mengganggu kondisi jiwa sang ibu.
4. Buatlah ibu menjadi tdk percaya diri.
Hal ini biasa dialami oleh ibu rumah tangga yg full di rumah. (Walaupun tdk semuanya mengalami hal ini ya).
IRT yg jarang keluar rumah, biasanya akan mulai kehilangan teman, pergaulan atau bahkan wawasan.
Dgn kondisi spt itu, ibu bisa menjadi mudah minder atau bahkan takut menghadapi hal baru.
Kondisi kurang percaya diri, bisa membuat ibu menjadi mahluk yg tdk bisa berbuat banyak saat misalnya suaminya selingkuh, atau saat anaknya salah pergaulan atau bahkan saat suaminya melakukan KDRT.
Ibu menjadi kurang berani utk mengambil keputusan ttg bagaimana ia harus menjalani perannya sbg ibu dan sbg seorang individu.
5. Buatlah ibu selalu berada dalam keadaan merasa bersalah.
Saat anak sakit, pengaruhilah ibu mertua utk berkata menyakitkan yg intinya bahwa sakitnya anak adalah krn ibunya tdk becus merawat anaknya.
Saat anak2 menjadi nakal dan liar, buatlah suami mengucapkan kalimat yg menyalahkan ibunya dalam mengurus anaknya..
Rasa bersalah ini akan membuat runtuh benteng pertahanan seorang ibu, yg akhirnya bisa berujung pada rusaknya mental sang ibu.
Dalam rumah tangga, ibu adalah salah satu Pilar utama, jika ibu rusak jiwanya, maka akan lebih mudah bagi iblis utk merusak anggota keluarga yg lain.
Maka dari itu, wahai para ibu jagalah dirimu dari amarah, rasa lelah, rasa cemas dan rasa selalu bersalah, krn itu datangnya dr iblis.
Mendekat kepada Allah, maka iblis akan menjauh sejauh2nya..

dikutip dari facebook

Senin, 20 Juni 2016

,

Tebusan Berhubungan Intim dengan Istri di Siang Hari dalam Ramadhan

Ilustrasi



SEGALA puji hanya kepada Allah Ta’ala. Puasa adalah apa yang halal tapi dilarang oleh Allah swt untuk melakukannya pada siang hari. Seperti, makan dan minum, juga berhubungan intim atau senggama dengan sitri-istri.

Namun, jika seseorang melakukan hubungan intim dengan istrinya di siang hari dengan sengaja, dan sadar melakukannya? Bagaimakah cara membayar atau menebusnya? Hal ini dapat dijelaskan dengan hadits di bawah ini:

Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, “Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi saw, tiba-tiba seorang lelaki datang kepadanya. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah! Aku telah binasa.’ Beliau bertanya, ‘Ada apa denganmu?’ Orang itu berkata, ‘Aku berhubungan intim dengan istriku sementara aku sedang berpuasa.’

Rasulullah saw bersabda, ‘Apakah engkau memperoleh budak yang dapat engkau merdekakan?’ Orang itu berkata ‘Tidak.’ Beliau bertanya, ‘Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak.’ Beliau bertanya lagi, ‘Apakah engkau dapat memberi makan 60 orang miskin?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak.”

Abu Hurairah berkata, Nabi saw berdiam beberapa lamanya. Ketika kami dalam keadaan demikian, didatangkan kepada beliau satu keranjang yang berisi kurma, lalu beliau bertanya, “Di manakah orang yang bertanya tadi?’ Laki-laki tersebut berkata, ‘Aku.’

Beliau bersabda, “Ambillah ini lalu sedekalah!’ Laki-laki itu berkata, ‘Kepada orang yang lebih miskin dariku wahai Rasulullah? Demi Allah! Tidak ada di antara dua tempat berbatu di Madinah—Maksudnya dua tempat berbatu hitam—Penghuni rumah yang lebih miskin daripada penghuni rumahku.” Nabi saw tertawa hingga tampak gigi gerahamnya, kemudian beliau bersabda, “Berikan ini sebagai makanan keluargamu.”

Demikian kisah di atas yang dinukil dari Kitab Hadits Bukhari pembahasan Puasa.

Dalam kisah di atas seseorang yang melakukan hubungan intim secara sengaja dengan istri dalam bulan Ramadhan, maka harus membayar kafarat atau tebusan sebagaimana telah disampaikan dalam cerita di atas. Dimulai dengan dari yang tertinggi apabila mampu, sampai kepada yang terendah. Dan Allah mengetahui kemampuan makhluknya.

Dalam hadits di atas diketahui juga, bahwa seseorang boleh sedekah kepada orang yang melakukan hubungan intim tersebut apabila ternyata dia tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan, hal ini supaya dia dapat membayar kafarat berupa sedekah kepada orang miskin, namun jika dia adalah orang yang paling miskin, maka sedekah tadi dibagikan kepada keluarganya. Masya Allah. Ini sungguh luar biasa tentang ajaran-ajaran Islam yang mulia.

Orang yang melakukan hubungan intim dengan istri di siang hari, harus menampakkan penyesalannya kepada Allah dengan sungguh-sungguh, serta bertobat, dan berjanji tidak melakukannya.

Imam Malik dan pendapat mayoritas ulama menafsirkan hadits di atas dilakukan dengan sengaja. Maksudnya orang yang melakukan hubungan intim dengan istrinya dilakukan dengan sengaja dan sadar.

Hal ini dilihat dari kata-kata, ‘celaka’ ‘terbakar’ atau ‘aku telah binasa’ dalam hadits-hadits tersebut, menunjukkan bahwa orang tersebut sadar bahwa dia telah melakukan perbuatan dosa. Bukan melakukan hubungan intim karena lupa.

Sehingga menurut pendapat mahsyur dari Imam Malik dan Mayoritas Ulama, tidak ada kafarat bagi yang melakukan hubungan intim karena lupa.

Sementara dari Imam Ahmad dan beberapa ulama Madzhab Maliki telah mewajibkan kafarat meskipun seseorang melakukannya karena lupa. Mereka berdalil denagn sikap Nabi saw yang tidak meminta perincian apakah laki-laki itu melakukannya dengan sengaja atau karena lupa.

Imam Ibnu Haja Al-Asqalani mengatakan bahwa, argumen ini (argument Imam Ahmad di atas) dijawab bahwa keadaan orang itu telah jelas dari indikasi perkataannya, ‘aku telah binasa,’ ‘aku telah terbakar,’ di mana hal itu menunjukkan bahwa ia melakukan dengan sengaja serta mengetahui perbuatan itu adalah haram. Di samping itu sangat kecil kemungkinan terjadi ketika melakukan senggama di siang hari bulan Ramadhan seseorang lupa bahwa ia sedang berpuasa.

Dalam perbedaan pendapat di atas, kita mengikuti pendapat mayoritas ulama. Demikianlah dan segala puji hanya kepada Allah swt.


HR. Bukhari, Pembahasan Puasa. Hadits dikutip dari Kitab Fathul Baari, Imam Ibnu Hajar Al-Asqlani, Jilin 11, Hal 202-203.

Lihat Kitab Fathul Baari, Imam Ibnu Hajar Al-Asqlani, Jilin 11, Hal 206-207.

Kitab Fathul Baari, Imam Ibnu Hajar Al-Asqlani, Jilin 11, Hal 206-207.

komentar baik menunjukkan akhlak yang baik

dikutip dari laman ini

Minggu, 19 Juni 2016

,

Preman Insaf Cari Warga Butuh Donor Ginjal



Ini kisah preman insaf bernama Mardan S (51). Ia tinggal sebatang kara di pos ronda di Jalan Teuku Umar 10 Lorong 3 Kecamatan Tallo, Makassar. Ia menawarkan ginjalnya bagi mereka yang membutuhkan sebagai penebus dosanya di masa lalu.

Kakek Mardan, panggilan akrab warga setempat, mengaku tak punya sanak famili. Ia rela ginjalnya dimanfaatkan orang yang membutuhkan tanpa melihat sekat agama.

"Saya tak punya kerabat, hidup sebatang kara tinggal di pos ronda ini. Makan pun tak beraturan dan saya ikhlas kedua ginjal saya untuk didonor. Jika ada yang membutuhkan, silakan temui saya. Ini tak dipungut biaya saya sudah ikhlas agar cepat menghadap Ilahi," kata Mardan kepada Liputan6.com, Sabtu (4/6/2016).

Mardan menuturkan, ia mulai merantau ke sejumlah daerah sejak muda. Kalimantan dan Papua sudah pernah diinjaknya. Saat merantau, ia bertahan hidup dengan melakoni pekerjaan sebagai preman jalanan, termasuk sejumlah aksi kejahatan.

Hal itu dibuktikan dengan sejumlah bekas luka di beberapa bagian tubuh, seperti tangan kanannya yang nyaris putus karena disabet parang. Kondisi jari yang tak lengkap itu membuat warga menjulukinya sebagai preman metal.

"Begitu juga perut saya ini bekas tikaman semua. Bahkan, saya pernah dibakar hidup-hidup waktu di Kalimantan dulu tapi nyawa tak mau lepas," ujar Mardan sambil memperlihatkan tato di sekujur tubuhnya dan memperlihatkan bekas luka tikam di bagian perutnya.

Puluhan tahun di perantauan, Mardan pun memutuskan pulang ke Makassar dan melayani masyarakat dengan menjaga keamanan kampung yang kini ditinggalinya. Ia memutuskan insaf dari masa lalunya yang suram dan mulai rajin salat lima waktu.

Untuk hidup, ia hanya mengandalkan belas kasihan warga setempat. "Jadi sekali lagi saya ulangi nak, saya rela dan ikhlas mau donorkan kedua ginjalku tidak pungut bayaran karena saya sudah tua dan ingin menebus dosa masa lalu yang suram," ucap Mardan.


Dikutip dari situs Liputan6

Sabtu, 18 Juni 2016

Tiada Kalam Seindah Al-Quran



Salah satu ciri mukjizat Alquran ialah (sifat i'jaz nafsi) meluluhkan jiwa atau melunakkan hati. Tidak sedikit yang menyatakan beriman atas nama keagungan dan ketinggian sang mukjizat Alquran.

"Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rosul (Muhammad) , kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Alquran) yang telah mereka ketahui" [QS Al Maidah:83]

Pengakuan sasatrawan Quraiys Al walid bin Mughiroh, tatkala mendengarkan ayat Alquran dia berkata:

"Sungguh padanya ada kenikmatan,atasnya ada keindahan, akarnya menyejukkan, buahnya segar menggiurkan, sungguh kalimat yang tinggi, tak ada kata-kata yang mampu menandingi, dan pastilah kalah apapun yang menyaingi"


قُلْ ءَامِنُوا بِهِۦٓ أَوْ لَا تُؤْمِنُوٓا  ۚ  إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِۦٓ إِذَا يُتْلٰى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا


Katakanlah (Muhammad), "Berimanlah kamu kepadanya (Alquran) atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Alquran) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah, bersujud,"[QS. Al-Isra': Ayat 107]


وَيَقُولُونَ سُبْحٰنَ رَبِّنَآ إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا


dan mereka berkata, "Mahasuci Tuhan Kami; sungguh, janji Tuhan Kami pasti dipenuhi." [QS. Al-Isra': Ayat 108]

Berikut ini kesaksian para tokoh Quraish yang masuk Islam karena Alquran, diantaranya :

1. Utsbah bin rabiah, memeluk Islam dengan hati bulat mendengar Nabi Saw. membaca sepenggal dari surat Fushilat. Saat ia kembali ke kelompoknya, kawan-kawan sejawatnya bertanya, "ada apa utsbah, apa yang kau ketahui?", utsbah menjawab "demi Allah, aku belum pernah mendengar sebelumnya, tapi yang jelas yang ini bukanlah syair, sihir ataupun mantra. Demi Allah apa yang aku dengar itu adalah kalam suci yang sangat agung".

2. Umar bin khattab, membeberkan kesaksiannya, bahwa hatinya tergetar dan menangis usai mendengar surat Thaha yang dibaca oleh adik perempuan dan istrinya. Tak berfikir panjang Umar beranjak menemui Nabi Saw. dan menyatakan masuk islam.

3. Thufail bin amr ad Dusi, memeluk Islam sesaat setelah mendengar bacaan Alquran, dan merasa takjub dengan Alquran, "Demi Allah, aku belum pernah mendengar kalimat-kalimat seindah itu sebelumnya, dan aku mengucapkan syahadat keislamanku".

4. Jubair bin Math'am, menuturkan bahwa hatinya bergetar hebat dan diliputi rasa takut saat mendengar Nabi Saw membaca surat At Thur pada waktu shalat subuh, tatkala sampai pada ayat yang menerangkan tentang adzab, jubair takut dan menangis, lalu mendatangi Nabi Saw. dan menyatakan keislamannya.

Wallahu a'lam

Kamis, 16 Juni 2016

,

Mantan Gembong Rampok Yang Kini Jadi Kyai

Kisah hidup seorang manusia adalah sebuah misteri ilahi. Kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada esok hari. Seperti perjalanan hidup dari Sandiman Nur Hadi Widodo, pendiri dan pengasuh pondok pesantren Al-Ghifari yang berada di perkampungan Gontan, Desa Sidorejo Kulonprogo, Yogyakarta.

Sandiman nur hadi widodo

Laki-laki kelahiran 13 Oktober 1963 tersebut rupanya seorang mantan narapidana. Dari kecil hidupnya sangat jauh dari agama, walaupun sebenarnya dia adalah pemeluk Islam. Ketika menginjak usia 8 tahun, anak ketiga dari lima bersaudara itu sudah gemar main judi. Dunia hitam ia jalani sejak kecil, mulai dari mencuri, mabuk, merampok, berjudi, bahkan juga main perempuan.

Rumahnya yang berlokasi tak jauh dari sungai Progo ia tinggalkan ketika usianya menginjak 13 tahun. Sandiman muda malang melintang memperdalam ilmu kejawen. Tak sedikit dukun yang ia sowani untuk meminta ilmu kekebalan tubuh.

"Dulu, waktu saya muda, Puluhan dukun saya datangi untuk minta ilmu kekebalan, Alhamdulillah sekarang sudah bersih semua," katanya dengan wajah menunduk tanda menyesal.

Di tahun 1980 Sandiman merantau ke Jakarta. Karena tak punya pekerjaan, maka mulailah dia mengaplikasikan ilmu htiamnya dengan cara merampok. Uang hasil rampok tersebut dia gunakan untuk bermain perempuan nakal, judi, dan mabuk.

Tiga tahun setelah merantau ia kembali pulang ke Kulonprogo. Di kampung halamannya, dia memperistri Ngadiyem yang masih tetangga desanya. Setelah nikah, bukannya sembuh malah kelakuan Sandiman semakin menjadi-jadi.

"Waktu itu kebutuhan makin besar karena sudah punya anak istri, jadi yang dirampok pun makin besar nilainya," terangnya.

Sandiman yang menjadi "Gembong" di komplotan perampok sangat terkenal tak pernah gagal dalam menjalankan aksinya. Uang tunai, Emas dan harta benda lainnya pasti selalu diraihnya. Belakangan diketahui, sebelum merampok, dia melakukan ritual khusus, seperti menghitung hari dalam ilmu kejawen.

"Ada pantangan pada hari tertentu. Contohnya jika hari itu ketemu 'Ciloko' jika merampok tak boleh ke arah itu. Kalau tetap nekat nanti malah bahaya" tuturnya.

Aksi terakhir yang dilakukan Sandiman bersama komplotan adalah sebuah rumah milik seorang pedagang emas. Hasilnya, Sandiman dkk berhasil merampok perhiasan emas seberat 7 kilogram. Selain itu, sejumlah uang tunai dalam jumlah besar juga berhasil mereka gasak.

Namun, aksinya yang terakhir itu ternyata telah diketahui oleh polisi. Aparat berhasil mengetahui jika pelakunya merupakan kelompok Sandiman Cs. Maka, satu per satu kawanan perampok berhasil digerebek. Mendengar teman-temannya dijebloskan ke sel, Sandiman lari, kabur ke Lampung.

Dia nekat meninggalkan istri dan 2 anaknya yang masih kecil. Namun, Polisi tetap mengejarnya hingga ke Lampung dengan petunjuk dari salah satu orang dekatnya.

"Saya ditangkap di Lampung, namun berhasil lolos. Lalu kabur lagi melarikan diri ke Riau. Disana saya ditangkap kembali karena polisi diberitahu istri" kenangnya.

Selama menjalani masa hukuman di Lapas Wirogunan tahun 1995, Sandiman coba-coba untuk melaksanakan sholat. Namun, jangankan bacaannya, gerakannya saja dia tak bisa karena seumur hidupnya dia belum pernah sekali melaksanakan sholat.

Hal itu tak menjadikannya lantas putus asa. Niatnya untuk berubah menjadi orang shaleh ternyata didukung oleh penduduk lapas lainnya yang kemudian mereka secara khusus mengajarkan sholat dan baca Quran.

"Ya nggak semua yang ada disitu mendukung, banyak juga yang menghina dan mencibir. Saya dibilang pengikut syetan sejati kok sholat," tuturnya.

Selama berada di hotel prodeo. Sang istri sempat menjadi TKW ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya. Sandiman hanya bisa tawakkal dan memohon ampun pada Allah. Tiap hari Sandiman semakin memperdalam ilmu Islam, bahkan karena sangat rajin belajar, dalam jangka 3 bulan dia sudah fasih baca Alquran.

Amal baiknya mendatangkan berkah baginya, Sandiman memperoleh remisi selama 1 tahun. Sehingga dia cukup menjalani hukuman penjara di lapas selama 3 tahun saja.

Setelah menghirup udara bebas, Dengan niat yang ikhlas, Sandiman mulai berdakwah di kampungnya didukung oleh keluarga dan anak istrinya. Dia dengan pelan-pelan mengajak para tetangganya untuk shalat. Karena warga di kampungnya waktu itu semuanya orang kejawen yang tak pernah sholat semasa hidup mereka, Bahkan, waktu itu masjid pun belum ada di kampungnya.

Hal ini mengetuk hati Sandiman untuk mewakafkan seluruh tanah seluas 1.400 meter persegi warisan orang tuanya guna membangun Masjid Al Ghifari. Di tanah itu juga berdiri sebuah Pondok Pesantren dan Panti Asuhan.

Kemudian di tahun 1999, Sandiman membangun pondok pesantren yang sebagian dikhususkan untuk anak yatim piatu yang tidak mampu. Pada tahun 2000, pondok pesantren dan panti asuhan itu diresmikan.

Kini, Di Pondok Pesantren Al-Ghifari ada sekitar 40 santri tetap dan 48 santri pulang-pergi. Ada enam ustadz yang tinggal menetap di pondok tersebut. Seluruh santri tidak dipungut biaya. Biaya sekolah para santri menjadi tanggungan Sandiman.

"Alhamdulillah, Sekarang ini hidup saya lebih bahagia dan tentram. Alhamdulillah.. Allah telah turunkan hidayahNya waktu saya di penjara," pungkasnya.

Perjalanan hidup seorang anak manusia ketika telah dilahirkan ke dunia selalu menjadi misteri. Manusia tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Begitulah perjalanan kisah hidup manusia di dunia ini.

Ada yang ngaku kyai namun sejatinya penjahat, ada pula mantan penjahat yang akhirnya jadi kyai sejati.

Semua itu adalah sunnatullah yang sudah menjadi ketetapanNya.. Allah berhak untuk memberikan petunjuk pada siapa saja yang dikehendakiNya.

"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.." (QS Al-Kahfi : 17)

Sebaliknya, Allah juga berhak untuk "menyesatkan" siapa saja yang dikehendakiNya. tentunya karena perbuatan manusia yang dzalim terhadap dirinya sendiri.

Karena Allah Maha Bijaksana, Allah Maha Adil terhadap semua ciptaanNya.

Iblis dan sekutunya tidaklah mampu menyesatkan manusia, Jika mereka mampu melakukan itu, niscaya seluruh penduduk bumi akan menjadi sesat dan kufur. Sejatinya.. Manusia sendiri yang membuat dirinya sesat karena tidak mau mengikuti jalan kebenaran yang sudah disampaikan oleh para Nabi dan utusanNya.

Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu dilimpahi Hidayah, Inayah dan MaghfirahNya.. Diberi kekuatan Iman dalam keadaan apapun dan diberikan rejeki mati Khusnul Khotimah.. Amiin Allahumma Amiin ...

Sumber artikel dari sini

Selasa, 07 Juni 2016

Berpuasa 23 jam 5 menit

Kisah keluarga di Finlandia berpuasa 23 jam 5 menit. Dinegara tanpa matahari terbenam.


Di Indonesia, durasi waktu berpuasa selama bulan Ramadan relatif sama dari tahun ke tahun. Biasanya kita berpuasa sekitar 14 jam terhitung dari setelah sahur saat Subuh hingga waktu Maghrib. Tapi di negara empat musim, durasi waktu berpuasa bisa berbeda dari tahun ke tahun tergantung dari musimnya. Apalagi di negara-negara wilayah utara bumi, waktu matahari terbit dan terbenamnya bisa jauh berbeda dengan kita yang di Indonesia.

Setiap tahunnya selama beberapa minggu, ada saatnya Finlandia utara mengalami fenomena "matahari tengah malam" dan menjadi negara tanpa matahari terbenam. Maksudnya, matahari masih akan bersinar terang meski jam sudah menunjukkan tengah malam. Dan pada tahun 2015 lalu, waktu tersebut bertepatan dengan bulan Ramadan.

Tinggal di negara dengan fenomena matahari yang tak pernah terbenam (yang bertepatan dengan bulan Ramadan), akhirnya membuat keluarga Mohammed ini memutuskan untuk mengikuti fatwa menyesuaikan waktu berpuasa dengan negara Islam terdekat.

Mohammed menjelaskan kalau waktu berpuasanya mengikuti waktu Turki. Jadi tidak makan dan tidak minum mulai dari pukul 3 dini hari hingga pukul 9 malam.

Tapi saat tanggal 8 Juli 2015 tiba (saat masih masuk bulan Ramadan), matahari mulai kembali terbenam. Namun, waktu terbenamnya hanya 55 menit saja. Fenomena tersebut pun kemudian mempengaruhi durasi berpuasa masyarakat di sana.

Mohammed kemudian mengatakan kalau waktu berpuasa kemudian berubah. Puasa dimulai pukul 01.35 dan waktu berbukanya pukul 24.48. Dengan kata lain, durasi berpuasa mencapai 23, 5 jam. Sehingga dalam waktu kurang dari satu jam tersebut, mereka akan makan buka sekaligus makan sahur untuk hari berikutnya.

Keluarga, teman, dan kerabat Mohammed yang tinggal di Bangladesh tak percaya kalau dirinya bisa puasa lebih dari 20 jam sehari. Tapi ternyata dirinya sanggup dan baik-baik saja.

Wah, tak terbayangkan ya puasa lebih dari 20 jam seperti itu. Puasa memang tak sekadar menahan lapar dan haus saja. Tanpa niat yang kuat, rasanya tak bakal mudah untuk berpuasa selama itu.

Semoga bulan Ramadan kali ini jadi bulan yang lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya, mari Kita lakukan yang terbaik dalam menunaikan ibadah puasa kali ini.

Dikutip dari sini