Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2017

,

Renungan "SUAMIMU MILIK IBUNYA"

Ilustrasi


Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.
Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah
pasti habis bertengkar lagi dengan suaminya.
Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.
Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.
Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh didalam mobil.
Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama.
Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??
Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.
*"Sarah...,*
*» Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah dilaknat Allah dan para MalaikatNya',*
*karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"*
Kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.
*» "Yang kedua,* *mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya.*
*Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu.*
*Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga.*
Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh".
Lanjut ayahnya.
"Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita.
Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama.
Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".
"Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
*"Sarah...,*
*kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.*
*Jika suamimu ridho pdmu,*
*maka Allah pun Ridho.*
*Sedangkan suamimu, ia wajib taat kepada ibunya.*
Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.
Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
*"Suamimu, dan harta suamimu adalah milik ibu nya".*
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya.
Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.
• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja.
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.
• Bekerja untuk keluarga barunya.
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.
"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu.
Kenapa?
Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana.
Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.
Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".
"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana.
Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
*"Uang itu diberikan untuk ibunya.* Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan.
Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.
Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.
Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa.
Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.
Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan.
Tukang gorengan yang berhasil :
• Menjadikan suaminya seorang sarjana,
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang.
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.
"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.
*"Sarah...*
*• kembalilah ke rumah suamimu.*
*Ia orang baik nak...*
*• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.*
*• Bantu suamimu menggapai surganya,* *dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".*
Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.
Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.
Sarahpun pulang menghadap suaminya dan sambil menangis memohon maaf kpd suaminya atas prasangka yg salah selama ini.
Di lain hari, sarahpun mengikiti suaminya bersilaturahmi kpd ibu kandung suaminya alias mertua dirinya.
Suaminya meneteskan air mata menatap istrinya yg di tangan istrinya tertenteng 4 liter minyak goreng untuk mertuanya.
Tetesan air mata suami bukan masalah jumlah liternya
tapi karena perubahan istrinya yg senang dan nampak ihlas hendak datang kpd orang tuanya alias mertua istrinya.
Seterusnya Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya.
Sesekali waktu, Sarah bukan mengajak suaminya ke Mall tapi minta anjangsana ke rumah mertuanya dan juga orang tuanya.
Subhanallah....
Kirimkan Kisah ini ke semua sahabat Anda, siapa tahu ada orang yang mau mencoba dan mengambil manfaat dari kisah ini, sehingga anda pun akan mendapatkan pahala.
Insya Allah...
Semoga para istri tetap mendukung suaminya tuk berbakti pada ibunya.
*Semog Alloh meridhoi kita aamiin*

Kamis, 26 Januari 2017

,

Istri Solehah

Ilistrasi

Di suatu senja,terjadilah perdebatan antara sang suami dan istrinya. Mungkin ini adalah masalah yang umum sekali terjadi di sekitar kita. Ini terjadi karena sang istri ingin sekali membantu sang suami agar perekonomian mereka semakin membaik. Tapi ternyata sang suami tidaklah setuju dengan keinginan sang istri. Beginilah kira-kira perdebatan mereka.

istri       : Abang, aku mau kerja!”
suami   : “Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya :)”
istri       : “Itu, tetangga kita, dia kerja!”
suami   :“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja, ya.”
istri       : “Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”
suami   :“Nanti, tunggu Abang meninggal dunia.”
istri       : “Apa-apaan sih?”
suami  :“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”
istri       : “Tapi kebutuhan kita makin banyak, Bang”
suami   : “Kan Abang masih kerja, Abang masih sehat, aku masih kuat. Akan Abang usahakan, InsyaAllah.”
istri       : “Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abang untuk saat ini tidaklah cukup.”
suami   : “Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Abang bilang begitu? Karena Allah pasti mencukupi. Lagi pula, kalau kamu kerja siapa yang jaga anak kita?”
istri       : “Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah dengan sangat senang hati.”
suami   : “Istri Abang yang Abang cintai, dari perut sampai lahir, sampai sebelum Abang bisa mengerjakan pekerjaan Abang sendiri, segalanya menggunakan tenaga Ibu. Abang belum ada pemberian yang sebanding dengan itu semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Abang yakin itu tak akan bisa. Setelah itu semua, apakah sekarang Abang akan meminta Ibu untuk mengurus anak Abang juga?”
istri       :“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Bang?”
suami   : “Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan. Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”
istri        : “Jadi, kita harus bagaimana?”
suami   : “Istriku, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja, Abang ada ide! Tapi Abang mau tanya dulu.”
istri        :“Apa, Bang?”
suami   : “Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”
istri        : “Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”
suami   : “Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”
istri        : “Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”
suami   : “Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”
istri        :“Apa?”
suami   : “Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”
istri        :“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”
suami   : “Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”
istri        : “Tapi, Bang?!”
suami   : “Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”
istri        :“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”
suami   : “Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”
istri        : “Kalau tidak kaya?”
suami   : “Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”
istri        : “Apa, Bang?
suami   : “Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya duniai : “Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”
istri        : “Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”
suami   : “Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”
istri        : “Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”
suami   : “Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”
istri        :“Apa?”
suami   : “Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”
istri        :“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”
suami   : “Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”
istri        : “Tapi, Bang?!”
suami   : “Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”
istri        :“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”
suami   : “Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”
istri        : “Kalau tidak kaya?”
suami   : “Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”
istri        : “Apa, Bang?
suami   : “Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya dunia.

Begitulah kurang lebih percakapan suami istri itu. Dari itu,untuk para istri terlebih yang sudah mempunyai buah hati. Menjaga,mendidik dan mengurus anak adalah lebih utama. Berilah kasih sayang kepada buah hati saat mendidik anak. Kasih sayang orang tua lebih utama dan lebih baik dibanding kasih sayang nenek apalagi babysister. Semoga bermanfaat.

Selasa, 28 Juni 2016

, ,

Kisah Sulaiman al-Rajhi, Bilyuner Muslim Yang HIdupnya Sederhana





Jika kita bercita-cita ingin menjadi orang kaya raya atau konglomerat maka bisa menjadikan tokoh bernama Sulaiman Ar-Rajhi ini sebagai tauladan. Beberapa hal penting yang kami ketahui tentang beliau adalah:
(1) Majalah Forbes menyebutkan kakayaannya 5,9 milyar Dollar dan orang terkaya no 120 di dunia, tetapi beliau tetap tampil dengan sederhana, berpakaian jubah putih bersih yang jauh dari kesan glamour dan berlebihan.

(2) Beliau memulai usaha dari Nol, kehidupan masa kecilnya sangat susah hingga pernah bekerja jadi kuli panggul dan menjual kayu bakar di masa kanak-kanaknya. Tetapi dengan ketekunan, hemat dan kerja keras serta tawakkalnya kepada Allah hingga akhirnya beliau dan saudaranya memiliki “Kerajaan Bisnis Raksasa” di KSA dan salah satunya adalah Bank Ar-Rajhi; Bank syariah terbesar di Dunia yang ATM nya tersebar menjamur dan cabangnya terdapat nyaris di semua distrik KSA.


(3) Sangat-sangat dermawan, memiliki Yayasan Amal “raksasa” yang menyalurkan donasinya ke berbagai Negara –sebelum dilarang pasca 11 septmber 2002- sulit menghitung waqaf beliau dan jumlah masjid yang telah dibangunnya, serta donasinya untuk berbagai amal dakwah dan penyebaran ilmu.

(4) Tidak meletakkan kekayaan di hatinya, Bahkan di masa tuanya kini beliau telah membagi sekitar 6,7 trilyun hartanya kepada ahli waris dan kerabatnya serta fakir miskin hingga diibaratkan hanya memilih “pakaian yang melekat di badan” dan asset bisnis yang dikelola para professional yang hasilnya untuk amal social dakwah Islam. Lahir tanpa membawa apa-apa dan siap tidak tergantung pada harta sebelum meninggal.

(5) Dari tetangga dan orang yang tinggal di lingkungannya disampaikan bahwa konglomerat kelas kakap ini selalu termasuk orang-orang yang datang paling awal ke masjid untuk sholat 5 waktu berjamaah, sehingga jika muadzin masjid telat sedikit maka sang konglomeratlah yang adzan. Bandingkan dengan konglomerat lainnya !!

(6) Diantara masjid yang dibangunnya adalah Masjid Ar-Rajhi di distrik Rabwah, masjid ini terbesar ketiga setelah Masjidil Haram Mekah dan Madinah. Bisa menampung 18 ribu jamaah sholat, terdapat berbagai sarana pelayanan masyarakat seperti pusat pemandian dan pengurusan jenazah terbesar di Riyadh, Auditorium untuk seminar dan ceramah agama, perpustakaan berisi 40 ribu jenis buku (bukan judul ya..), tempat tinggal bagi para penuntut ilmu yang datang dari luar kota untuk mengikuti berbagai kajian Islam, menyediakan air zamzam sebagai minuman jamaah dengan kuota 400 galon perminggu, dsb. Dan saat sholat jum’at di lantai dasar dikhususkan untuk sholat jum’at orang asing dimana khutbah langsung diterjemahkan ke berbagai bahasa ; termasuk bahasa isyarat untuk jamaah yang tuna rungu dan tentu saja bahasa Indonesia..

(7) Tambahan dari wikipedia : bahwa beliau saat ini hanya minta jatah buat makan sehari-hari saja dari usahanya, sampai beliau mati. Setelah mati maka jatah itu dihapus dan semua menjadi waqaf.
Semoga Allah Ta’ala merahmati beliau, menerima amalnya, mengampuni kesalahan dan dosanya dan kita semua.

Orang yang kaya adalah orang yang paling tidak terikat dan membutuhkan terhadap harta ataupun sesama mahluk di dunia, dan sebaliknya orang miskin adalah orang yang berhubungan berat dan seolah tidak bisa hidup tanpa harta, mari kita contoh sosok kaya namun bersahaja ini.


Sebarkan kisah inspiratif ini kesebanyak banyaknya teman atau keluarga kita, semoga suatu saat nanti kita termasuk menjadi orang yang kaya di Dunia & AKhirat, Amin!

sumber klik disini

Sabtu, 25 Juni 2016

,

KISAH PEMUDA YANG TERHINA DI BUMI, TAPI TERKENAL DI LANGIT


Diangkat dari sebuah kisah nyata
terjadi di zaman Rasulullah SAW.

Suatu hari hiduplah seorang pemuda yang tinggal dengan seorang ibunya yang menderita penyakit lumpuh total. Setiap harinya pemuda ini harus mengurusi ibunya, memberi makan, memandikan, membersihkan kotoran ibunya, dan semua kebutuhan sang ibu. Dikarenakan ibunya sudah lumpuh total hingga tak bisa bergerak, dan pemuda inilah yang terus mengurusi ibu kandungnya itu. Untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari harinya, pemuda itu pun harus bekerja sebagai buruh dan pembatu atau budak pada masa itu. Namun tidak ada satu pun yang bersedia menerima pemuda itu, lantaran pemuda itu miskin, kusut, bau dan ditambah lagi ia menderita penyakit kusta dikedua tangannya. Sampai pada akhirnya ada yang mau menerimanya bekerja itu pun hanya sebagai buruh pengangkat susu sapi.

Sepintas tidak ada hal yang istimewa didalam diri pemuda paruh baya ini. Hari harinya hanya sibuk mengurusi ibunya dan disela sela waktu saat ibunya tertidur, ia pun bergegas untuk pergi bekerja mencari kebutuhan untuk keperluan pengobatan ibunya. Hanya ada satu hal yang menjadi kebiasaan si pemuda ini, pemuda ini selalu ingin sekali bertemu dengan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Tapi mimpinya itu pun tak pernah kesampaian, lantaran ia tidak bisa meninggalkan ibunya sendirian
dirumah walau sehari pun. Rumah tempat mereka tinggal itu sangatlah terasing, bahkan jauh dari pemukiman atau perkampungan warga. Itu dikarenakan mereka diusir oleh penduduk setempat karena penyakit kusta yang dideritanya itu dianggap berbahaya dan menular. Akhirnya pemuda itu pun harus tinggal bersama ibunya ditempat yang jauh dari kehidupan warga. Tak seorang warga pun yang mau memperthatikan mereka, karena mereka takut, akan tertular penyakit kusta.

Sampai suatu hari, begitu Teringin-nya ia bertemu Rasulullah, ia pun menekatkan diri untuk meninggalkan ibunya yang sedang sakit dan pergi menjumpai Rasulullah SAW yang rumahnya berjarak cukup jauh untuk
perjalanan kaki. Setelah lebih dari 80 km, kurang lebih berjalan, hati dan perasaan pemuda itu pun tidak enak,ia terus menerus memikirkan kondisi dan keadaan ibunya yang sedang sakit dirumah. Semakin ia ingin bertemu Rasul, maka perasaan bersalah karena meninggalkan ibunya pun terus semakin berat. Air matanya terus mengalir selama diperjalanan yang jauh dan tanpa makan dan minum.

Tujuannya hanya satu, hanya ingin melihat wajah Rasul, untuk sekali saja. Namun apa daya, ketika pemuda itu hampir sampai di negeri dimana Rasul tinggal. Ia pun tiba tiba mengubah haluan dan berbalik menyusul ibunya.
Tak kuasa menahan tangis, dan merasa berdosa, ia pun lari sekuat tenaga untuk pulang dan menyusul ibunya dirumah. Setelah lebih dari 3 jam berlari, ia pun sampai dirumah dan mendapatkan ibunya telah wafat atau meninggal dunia. Ia pun menangis sejadi jadinya, rasa bersalah terus menyelimuti pikiran dan perasaan pemuda itu. Hingga akhirnya ia pergi menemui warga untuk mengabarkan kepergian ibunya kepada warga.

Ia menemui warga untuk meminta
tolong membantu memakamkan dan menguburkan jenazah ibunya, tapi tak seorang warga pun yang mau menolong pemuda itu. Hingga dengan derai air mata, ia sendiri yang mengurusi jenazah ibunya, memandikan, mengafankan, dan menguburkan ibunya. Masya Allah...

Didalam beberapa ceramahNya, Rasul SAW pernah berpesan kepada para sahabatnya, "mintalah ilmu dan nasihat kehidupan dari salah seorang pemuda di negeri sebrang yang bernama "Uwais Al - Qarni", kalian akan menemuinya kelak. Lihatlah tanda dikedua tangannya ada bekas penyakit kusta.

Sontak para sahabat pun terkejut dan heran, karena mereka tahu bahwa Rasul SAW belum pernah bertemu dengan pemuda itu sebelumnya. Dan sebaliknya pemuda itu pun belum pernah bertemu dengan Rasul sebelumnya. Timbullah rasa penasaran dari para sahabat, amalan apakah yang dimiliki pemuda tersebut, hingga Rasul SAW berpesan agar para sahabat meminta ilmu dan nasihat kehidupan dari pemuda itu.

Tak lama setelah Rasul berpesan,
para sahabatpun lalu bergegas pergi kenegeri sebrang dan mencari ciri-ciri pemuda yang dimaksudkan oleh Baginda Rasul SAW tersebut. Setelah beberapa hari mencari, akhirnya para
sahabat pun berhasil menemui
Uwais Al- Qarni pemuda yang
dibicarakan oleh Rasul SAW itu.

Saat bertemu sahabat mengataan, apakah benar engkau adalah uwais al -qarni..?
pemuda itu menjawab,
iabenar..!
sahabat bertanya lagi, apakah benar dikedua tangamu ada penyakit kusta..?
ia menjawab,
ia benar..!

Para sahabat mengatakan, jika benar engkau adalah orangnya, kami diutus oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW untuk pergi menemui mu dan meminta ilmu serta nasihat kehidupan. Mohon berikan kami nasihat dan ilmu itu wahai pemuda..?
Pinta para sahabat, kepadanya.

Sontak, pemuda itu pun terkejut dan heran sembari menahan air matanya. Ia mengatakan,
"bagaimana bisa aku memberikan ilmu dan nasihat kepada kalian, sementara kalian adalah sahabat Rasul, setiap hari bertemu denganNya. Sementara aku ini hanyalah orang miskin, tak punya apa apa dan aku hanya punya ibu yang kini telah pergi meninggalkanku. Memang aku ingin sekali bertemu langsung dengan Baginda Rasul, tapi mimpiku untuk menemuiNya tak pernah bisa terwujud, karena aku harus mengurusi ibuku setiap harinya. Walaupun aku tahu bahwa aku mungkin tak bisa bertemu dengan Baginda Rasul, tapi aku selalu setia mencoba untuk mengikuti apapun perintah dan ajaranNya tentang islam yang hanya kudengar secara tidak langsung dari orang orang. Karena tak seorang pun mau mengajari pemuda miskin dan
berpenyakit seperti aku ini."

Itulah yang diungkapkan pemuda itu kepada para sahabat. Tak lama berselang setelah para sahabat menemui pemuda itu, pemuda itu pun meninggal dunia, karena penyakit yang dideritanya. Saat pemuda itu meninggal, ada kejadian yang sungguh ajaib terjadi. Dimana para warga dan penduduk negeri itu pun terheran heran, karena mereka melihat banyak sekali orang orang yang entah dari mana datangnya berkumpul memadati rumah uwais al- qarni tersebut.

Setelah warga penasaran warga pun berduyun duyun pergi kerumah uwais tersebut, mereka melihat banyak sekali orang bahkan hingga ribuan orang berkumpul. Anehnya, bahkan tidak satu orang pun dari ribuan orang orang itu yang mereka kenal. Warga kampung heran, karena ribuan orang orang yang entah dari mana datangnya ini tadi, mengurusi jenazah uwais, dan menguburkannya lalu mendo'akan jenazah uwais al - qarni.
"Mungkin para malaikat ALLAH telah turun kebumi menjelma menjadi manusia dan mengurusi jenazah uwais al - qarni."

Masya Allah..
Sungguh mulia hati pemuda ini, sangat baik akhlak nya sampai terjunjung tinggi nama nya dilangit.

Sahabat apakah masih ada pemuda Yg seperti ini dijaman sekarang..?
Inilah sedikit cerita hebat dari kisah nyata hidup Uwais Al - Qarni pemuda yang hidup dizaman Rasul, ingin sekali bertemu dengan Rasul, namun keterbatasannya membuatnya seumur hidup tidak pernah bertemu dengan Rasul hingga ia wafat. Tapi walaupun dirinya tidak sempat bertemu dengan Rasul, ia selalu setia untuk meneladani Rasul, mengikuti seluruh ajaran yang diajarkan Rasul.
Walaupun itu hanya ia dapatkan
secara tidak langsung dari apa yang ia dengar, apa yang ia lihat, selama ia hidup. Semoga kepada kita para pembaca sekalian, bisa menjadikan kisah ini tauladan untuk bisa mencitai dan meneladani Rasul seumur hidup kita.

Mudah mudahan kita juga bisa
belajar dari apa yang telah
dibuktikan oleh uwais, walau hari ini kita tidak bisa bertemu langsung dengan Nabi Muhammad SAW, namun kita senantiasa untuk setia, patuh dan menjalankan semua sunnah dan perintahnya untuk beribadah dijalan dan agama yang di Ridhoi oleh
ALLAH SWT. Insya Allah Aamiin..

Dikutip dari Facebook
,

"RUSAKLAH IBU...!!!"

Iblis senior mengatakan pd iblis yg lbh muda, bahwa pintu masuk paling ampuh dalam merusak manusia adalah lewat pintu KELUARGA.
Dan pintu yg paling rentan dirusak adalah pintu : IBU..
Kurang lebih inti dari nasehat itu adalah :
1. Buatlah ibu merasa selalu dalam kelelahan.
Karena rentetan dari kelelahan itu adalah sakit kepala, mudah marah, mudah mengucapkan kata2 kasar, mudah melakukan kekerasan fisik dan kelelahan juga membuat ibu jadi merasa enggan atau tdk ada waktu utk mengurus dirinya sendiri.
Dan kelelahan juga bisa membuat ibu enggan melayani 'permintaan' suaminya.
2. Buatlah ibu menjadi mahluk yg paling tdk dihargai dirumah.
Dari point pertama, ibu yg sering berkata kasar bisa jadi nantinya akan tdk dihargai dalam rumahnya sendiri.
Anak2 akan mulai berani MENIRU kalimat kasar yg dkeluarkan oleh ibu.
Anak2 berani mulai membentak atau memerintah ibunya.
Suami, karena melihat istrinya tdk terurus, maka akan mudah menjadi budak setan dgn memperlihatkan wanita2 cantik di luar rumah yg lbh enak utk dlihat utk menggoda iman sang suami.
3. Buatlah ibu selalu merasa cemas.
Cemas dgn tumbuh kembang anaknya.
Cemas suami akan selingkuh dluar
Cemas dgn kondisi ekonomi keluarga
Cemas bahwa dirinya tdk akan secantik dulu lagi
Cemas akan komentar pihak ketiga thd kondisi keluarganya
Atau cemas2 lainnya yg bisa mengganggu kondisi jiwa sang ibu.
4. Buatlah ibu menjadi tdk percaya diri.
Hal ini biasa dialami oleh ibu rumah tangga yg full di rumah. (Walaupun tdk semuanya mengalami hal ini ya).
IRT yg jarang keluar rumah, biasanya akan mulai kehilangan teman, pergaulan atau bahkan wawasan.
Dgn kondisi spt itu, ibu bisa menjadi mudah minder atau bahkan takut menghadapi hal baru.
Kondisi kurang percaya diri, bisa membuat ibu menjadi mahluk yg tdk bisa berbuat banyak saat misalnya suaminya selingkuh, atau saat anaknya salah pergaulan atau bahkan saat suaminya melakukan KDRT.
Ibu menjadi kurang berani utk mengambil keputusan ttg bagaimana ia harus menjalani perannya sbg ibu dan sbg seorang individu.
5. Buatlah ibu selalu berada dalam keadaan merasa bersalah.
Saat anak sakit, pengaruhilah ibu mertua utk berkata menyakitkan yg intinya bahwa sakitnya anak adalah krn ibunya tdk becus merawat anaknya.
Saat anak2 menjadi nakal dan liar, buatlah suami mengucapkan kalimat yg menyalahkan ibunya dalam mengurus anaknya..
Rasa bersalah ini akan membuat runtuh benteng pertahanan seorang ibu, yg akhirnya bisa berujung pada rusaknya mental sang ibu.
Dalam rumah tangga, ibu adalah salah satu Pilar utama, jika ibu rusak jiwanya, maka akan lebih mudah bagi iblis utk merusak anggota keluarga yg lain.
Maka dari itu, wahai para ibu jagalah dirimu dari amarah, rasa lelah, rasa cemas dan rasa selalu bersalah, krn itu datangnya dr iblis.
Mendekat kepada Allah, maka iblis akan menjauh sejauh2nya..

dikutip dari facebook

Rabu, 22 Juni 2016

,

Setelah Seratus Tahun Meninggal, Pria Ini Dihidupkan Lagi

Pada hari kiamat nanti, manusia yang sudah meninggal akan dibangkitkan kembali. Kondisinya pun utuh seperti saat hidup seperti sekarang ini. Bani Adam dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menjalani pengadilan dari Allah SWT berdasarkan amal yang dilakukan selama hidup.

Namun kebenaran yang disampaikan dalam Alquran ini tetap saja diragukan. Alasannya, bagaimana mungkin jasad yang hanya tinggal tulang-belulang ini bisa kembali tersusun rapi. Sungguh diluar akal dan tidak bisa dipercayai.

Hal ini pula yang terlintas dibenak seorang pria berikut ini. Namun Allah Maha bijaksana dengan menjawab keraguan pria tersebut. Ia dibangkitkan setelah mengalami kematian selama seratus tahun. Kisahnya menjadi pelajaran bagi umat bahwa yang demikian itu sangat mudah bagi Allah. Siapa pria tersebut, dan bagaimana kisahnya? Berikut ulasannya.

Pria ini masuk dalam deretan kisah dalam Alquran yang tidak bisa dicerna dengan nalar. Allah SWT menjelaskannya dalam surat Al-Baqarah:259 berikut ini. Akan mudah bagi orang beriman untuk mempercayai bahwa kisah ini nyata adanya, namun tidak demikian dengan mereka yang selalu menolak dan menyangkalnya.

“Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: ‘Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?’ Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: ‘Berapa lama kamu tinggal di sini?’ Ia menjawab: ‘Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari.’ Allah berfirman: ‘Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledaimu telah menjadi tulang belulang; Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, bagaimana kami menyusunnya kembali, kemudian Kami menutupnya kembali dengan daging.’ Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: ‘Saya yakin babwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.’” (QS. Al-Baqarah: 259).



Pria tersebut bernama Uzair. Hal ini sebagaimana pendapat Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnu Abi Hatim yang diriwayatkan dari Ali bin Thalib, Qatadah, Abdullah bin ‘Abbas, al-Hasan dan as-Suddi. Saat itu, Baitul Maqis tempatnya tinggal diserang oleh Raja Bukhtanashar. Wilayah ini porak poranda disertai dengan kematian banyak bala tentaranya.

Kemudian datanglah Uzair bersama keledainya melihat kondisi itu. Ia memperhatikan sekelilingnya dan melihat bagaimana mayat-mayat bergelimpangan. Dalam hatinya, mayat ini nantinya akan hancur dimakan tanah dan hanya menyisakan tulang belulang.

“Bagaimana Allah menghidupkan mereka setelah hancur?” Mungkinkah hal ini terjadi sedangkan nantinya mayat-mayat ini akan rata bersama tanah?

Ketika memikirkan itu, tiba-tiba Uzair tertidur di bawah sebuah pohon. Pada saat itulah mukjizat Allah terjadi. Setelah bangun, Uzair mendapati kota yang sudah hancur tadi tertata kembali dengan rapi. Sekelilingnya pun sudah berubah dengan kondisi orang yang ramai lalu lalang.

Uzair pun merasa begitu heran, Ia merasa baru tertidur tidak lama namun kenapa kemudian keadaan menjadi berubah total seperti ini. Lalu terdengarlah suara yang bertanya kepadanya. Suara tersebut tidak lain adalah Allah SWT “

“Berapa lama kamu tinggal di sini?”

Maka ia menjawab, “Aku telah tinggal di sini satu atau setengah hari.”

Allah SWT kemudian berkata, “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya”

Uzair diperintahkan agar melihat sekelilingnya. Bagaimana makanan dan minumannya, serta keledai juga sudah mati dan menjadi tulang belulang. Pada saat itu juga, Allah menunjukan bagaimana mudahnya Dia mengumpulkan tulang belulang keledai yang sudah mati tersebut, menjadi keledai yang utuh dan hidup seperti sedia kala.

Sebab itu pula, keraguannya akan kebangkitan setelah mati seketika sirna. Katanya penuh kemantapan, “Aku yakin bahwa Allah Mahakusa atas segala sesuatu.”

Kisah ini menjadi pelajaran bagi manusia. Seperti kata Allah dalam firman-Nya “Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia” Dia menjadikan kisah Uzair ini, sebagai tanda kekuasaan-Nya bagi manusia.

sumber artikel klik disini

Senin, 20 Juni 2016

,

Tebusan Berhubungan Intim dengan Istri di Siang Hari dalam Ramadhan

Ilustrasi



SEGALA puji hanya kepada Allah Ta’ala. Puasa adalah apa yang halal tapi dilarang oleh Allah swt untuk melakukannya pada siang hari. Seperti, makan dan minum, juga berhubungan intim atau senggama dengan sitri-istri.

Namun, jika seseorang melakukan hubungan intim dengan istrinya di siang hari dengan sengaja, dan sadar melakukannya? Bagaimakah cara membayar atau menebusnya? Hal ini dapat dijelaskan dengan hadits di bawah ini:

Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, “Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi saw, tiba-tiba seorang lelaki datang kepadanya. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah! Aku telah binasa.’ Beliau bertanya, ‘Ada apa denganmu?’ Orang itu berkata, ‘Aku berhubungan intim dengan istriku sementara aku sedang berpuasa.’

Rasulullah saw bersabda, ‘Apakah engkau memperoleh budak yang dapat engkau merdekakan?’ Orang itu berkata ‘Tidak.’ Beliau bertanya, ‘Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak.’ Beliau bertanya lagi, ‘Apakah engkau dapat memberi makan 60 orang miskin?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak.”

Abu Hurairah berkata, Nabi saw berdiam beberapa lamanya. Ketika kami dalam keadaan demikian, didatangkan kepada beliau satu keranjang yang berisi kurma, lalu beliau bertanya, “Di manakah orang yang bertanya tadi?’ Laki-laki tersebut berkata, ‘Aku.’

Beliau bersabda, “Ambillah ini lalu sedekalah!’ Laki-laki itu berkata, ‘Kepada orang yang lebih miskin dariku wahai Rasulullah? Demi Allah! Tidak ada di antara dua tempat berbatu di Madinah—Maksudnya dua tempat berbatu hitam—Penghuni rumah yang lebih miskin daripada penghuni rumahku.” Nabi saw tertawa hingga tampak gigi gerahamnya, kemudian beliau bersabda, “Berikan ini sebagai makanan keluargamu.”

Demikian kisah di atas yang dinukil dari Kitab Hadits Bukhari pembahasan Puasa.

Dalam kisah di atas seseorang yang melakukan hubungan intim secara sengaja dengan istri dalam bulan Ramadhan, maka harus membayar kafarat atau tebusan sebagaimana telah disampaikan dalam cerita di atas. Dimulai dengan dari yang tertinggi apabila mampu, sampai kepada yang terendah. Dan Allah mengetahui kemampuan makhluknya.

Dalam hadits di atas diketahui juga, bahwa seseorang boleh sedekah kepada orang yang melakukan hubungan intim tersebut apabila ternyata dia tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan, hal ini supaya dia dapat membayar kafarat berupa sedekah kepada orang miskin, namun jika dia adalah orang yang paling miskin, maka sedekah tadi dibagikan kepada keluarganya. Masya Allah. Ini sungguh luar biasa tentang ajaran-ajaran Islam yang mulia.

Orang yang melakukan hubungan intim dengan istri di siang hari, harus menampakkan penyesalannya kepada Allah dengan sungguh-sungguh, serta bertobat, dan berjanji tidak melakukannya.

Imam Malik dan pendapat mayoritas ulama menafsirkan hadits di atas dilakukan dengan sengaja. Maksudnya orang yang melakukan hubungan intim dengan istrinya dilakukan dengan sengaja dan sadar.

Hal ini dilihat dari kata-kata, ‘celaka’ ‘terbakar’ atau ‘aku telah binasa’ dalam hadits-hadits tersebut, menunjukkan bahwa orang tersebut sadar bahwa dia telah melakukan perbuatan dosa. Bukan melakukan hubungan intim karena lupa.

Sehingga menurut pendapat mahsyur dari Imam Malik dan Mayoritas Ulama, tidak ada kafarat bagi yang melakukan hubungan intim karena lupa.

Sementara dari Imam Ahmad dan beberapa ulama Madzhab Maliki telah mewajibkan kafarat meskipun seseorang melakukannya karena lupa. Mereka berdalil denagn sikap Nabi saw yang tidak meminta perincian apakah laki-laki itu melakukannya dengan sengaja atau karena lupa.

Imam Ibnu Haja Al-Asqalani mengatakan bahwa, argumen ini (argument Imam Ahmad di atas) dijawab bahwa keadaan orang itu telah jelas dari indikasi perkataannya, ‘aku telah binasa,’ ‘aku telah terbakar,’ di mana hal itu menunjukkan bahwa ia melakukan dengan sengaja serta mengetahui perbuatan itu adalah haram. Di samping itu sangat kecil kemungkinan terjadi ketika melakukan senggama di siang hari bulan Ramadhan seseorang lupa bahwa ia sedang berpuasa.

Dalam perbedaan pendapat di atas, kita mengikuti pendapat mayoritas ulama. Demikianlah dan segala puji hanya kepada Allah swt.


HR. Bukhari, Pembahasan Puasa. Hadits dikutip dari Kitab Fathul Baari, Imam Ibnu Hajar Al-Asqlani, Jilin 11, Hal 202-203.

Lihat Kitab Fathul Baari, Imam Ibnu Hajar Al-Asqlani, Jilin 11, Hal 206-207.

Kitab Fathul Baari, Imam Ibnu Hajar Al-Asqlani, Jilin 11, Hal 206-207.

komentar baik menunjukkan akhlak yang baik

dikutip dari laman ini